Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 1 of 14
next >

Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi

93

HILLARY CLINTON VS DONALD TRUMP:

QUO VADIS INTERVENSI KEMANUSIAAN?

Verdinand Robertua

Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Kristen Indonesia,

Verdinand.robertua@gmail.com

Abstract

This research discussed the comparison of Hillary Clinton Foreign Policy with Donald Trump Foreign Policy on the

legitimacy of humanitarian intervention in the United States Foreign Policy. Each presidential candidate have their

own foreign policy which contradicting each other. The research question in on how to understand the difference of

each candidate foreign policy with English School Theory. This research used the concept of humanitarian intervention

and foreign policy. This article has two findings. First, human rights issues in Clinton Foreign Policy can rise new

rivalry interaction for United States. Second, China as the biggest economy in Asia should be ready to confront new

economic and security threat posed by each presidential candidate.

Key words: Hillary Clinton, Donald Trump, Presidential election, foreign policy, humanitarian intervention

Abstrak

Penelitian ini membahas perbandingan kebijakan luar negeri Hillary Clinton dan Donald Trump terkait legitimasi

intervensi kemanusiaan dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Kedua kandidat calon presiden memiliki

kebijakan luar negeri yang berbeda dan berlawanan. Pertanyaan penelitian yang dibahas adalah bagaimana memahami

perbedaan kebijakan luar negeri Clinton dan Trump mengenai intervensi kemanusiaan dengan menggunakan teori

English School. Konsep yang digunakan penelitian ini adalah intervensi kemanusiaan dan kebijakan luar negeri.

Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, masalah hak asasi manusia yang dibawa oleh Clinton di berbagai

negara dapat menjadi rivalitas baru bagi AS. Kedua, Tiongkok sebagai negara ekonomi terbesar di Asia harus siap

menghadapi ancaman ekonomi dan keamanan yang dibawa oleh Trump atau Clinton.

Kata kunci: Hillary Clinton, Donald Trump, pemilihan presiden, kebijakan luar negeri, intervensi kemanusiaan.

1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Pada

tanggal

8

November

2016,

masyarakat Amerika Serikat (AS) menentukan

pilihan siapa yang menjadi Presiden AS ke-45.

Calon presiden dari Partai Demokrat Hillary

Clinton dapat menjadi presiden perempuan

pertama dalam sejarah politik AS dan Donald

Trump calon presiden dari Partai Republik

telah mengguncang dunia dengan pernyataan-

pernyataannya yang kontroversial seperti

larangan

masuk

bagi

Muslim

dan

pembangunan tembok di perbatasan Meksiko-

AS.

Setiap negara memiliki kebijakan luar

negeri dalam melakukan interaksi dengan

negara lain. Untuk itu setiap negara perlu

merumuskan sebuah kebijakan agar dapat

hidup dengan negara lain dalam mencapai

tujuan bersama. Pengambilan kebijakan luar

negeri dipengaruhi oleh faktor domestik dan

faktor

internasional.

Pada

pemerintahan

George Bush, faktor internasional menempati

posisi dominan sedangkan pada pemerintahan

Obama faktor domestik lebih diutamakan

dalam pengambilan kebijakan luar negeri.