Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 1 of 16
next >

KINERJA DOSEN PEREMPUAN: STUDI RELASI GENDER DI UNIKOM

Nia Karniawati

Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Jalan Dipatiukur Nomor 112-116, Bandung, 40132, Indonesia

:

nkarniawati@yahoo.co.id

Abstrak

Tedapat pembagian kerja dalam suatu organisasi yang berdasarkan feminim dan maskulin. Unikom

sebagai organisasi pendidikan berbasis komputer menjadikan Unikom sebagai organisasi yang

identik dengan maskulinitas. Keadaan di Unikom yang dosen perempuannya merupakan mayoritas

dari jumlah dosen yang ada, menjadikan ranah kerja maskulin dikerjakan oleh perempuan. Gender

ini mengacu pada peran-peran yang dikontruksikan dan dibebankan kepada perempuan dan laki-laki

oleh masyarakat. Keberadaan perempuan dalam organisasi yang identik dengan maskulinitas ini

membentuk suatu pola hubungan kerja (relasi gender) diantara dosen laki-laki dan dosen

perempuan. Relasi gender merupakan hubungan yang terjadi di masyarakat dengan mengacu pada

peran dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki yang dibedakan antara maskulinitas dan

the havard analitical

framework

berwawasan gender dapat menciptakan kinerja yang optimal bagi para dosen, terutama dosen

perempuan. Kinerja dosen merupakan hasil yang diperoleh dosen dalam menyelesaikan tugas dan

kewajibannya. Pengukuran kinerja dosen menurut Furtunanto dan Wanddel dilihat melalui kinerja

dosen di bidang pendidikan dan pengajaran, kinerja dosen di bidang penelitian dan pengembangan

ilmu dan kinerja dosen di bidang pengabdian kepada masyarakat (PKM).

Abstract

There are a division of working in an organization based on the feminine and masculine. As a

computer-based educational organization, Unikom has become an institution which is identical

with masculinity. The condition in Unikom which the female lecturers are the majority of the

existing lecturers, has made the working domain of the male is conducted by the female. This

gender is referred to the roles which are constructed and imposed by the society to the male and the

female. The existence of the female in an organization which is identical with the masculinity has

created a pattern of working relation (gender relation) among the female and male lecturers. The

gender relation is a relation that happens in the society by referring to the role and responsibility of

the female and the male distinguished by the masculine and feminine matter. The analysis of the

gender relation itself is observed from two point of views: the Harvard analytical framework, that is

the profile of activity, access and control. The pattern of working relation which is in the gender

perspective may create an optimal performance for the lecturers, especially for the female. The

performance is the result that is obtained by the lecturer in finishing his/her duty and obligation.

The performance measurement, according to Furtunanto and Wanddel can be noticed from the

lecturer’s performance in education and teaching field, in the research and the the science

developmant and in the field of public service.

Keywords : Performance, Gender Relations